Rabu, 11 Februari 2026

MENJADI USTAD (PENGAJAR ILMU AGAMA) SYARATNYA TIDAK MUDAH


✅ بســـــــم الله الرحمن الرحيـــــــم

╭─────── ☆★☆ ───────╮
╰➤ 𝐊𝐀𝐓𝐀-𝐊𝐀𝐓𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐈 

Al-Imam Nawawi rahimahullah berkata :

العلم حرب للمتعالي كالسيل حرب للمكان العالي، وينقاد لمعلمه ويشاوره في أموره ويأتمر بأمره كما ينقاد المريض لطبيب حاذق ناصح وهذا أولى لتفاوت مرتبتهما، قالوا: ولا يأخذ العلم إلا ممن كملت أهليته وظهرت ديانته وتحققت معرفته واشتهرت صيانته وسيادته، فقد قال ابن سيرين ومالك وخلائق من السلف: هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم، ولا يكفي في أهليته التعليم أن يكون كثير العلم بل ينبغي مع كثيرة علمه بذلك الفن كونه له معرفة في الجملة بغيره من الفنون الشرعية فإنها مرتبطة، ويكون له دربة ودين وخلق جميل وذهن صحيح واطلاع تام، قالوا: ولا تأخذ العلم ممن كان أخذه له من بطون الكتب من غير قراءة على شيوخ أو شيخ حاذق، فمن لم يأخذه إلا من الكتب يقع في التصحيف ويكثر منه الغلط والتحريف

“Ilmu itu memerangi orang yang sombong sebagaimana banjir memerangi tempat yang tinggi. (Maka, seorang murid hendaknya) patuh (tunduk) kepada gurunya, bermusyawarah dengan gurunya dalam urusannya dan mengikuti perintahnya. Sebagaimana orang yang sakit patuh (tunduk) kepada dokter yang ahli (saat dokter tersebut) memberinya nasihat. Hal ini lebih utama karena martabat keduanya berbeda. Para ulama berkata: Janganlah mengambil ilmu kecuali dari orang yang telah sempurna kelayakannya, tampak (kebaikan) agamanya, nyata pengetahuannya (ilmunya), masyhur kehati-hatiannya dan masyhur kepemimpinannya (dalam masalah ilmu). Al-Imam Ibnu Sirin, Al-Imam Malik dan banyak ulama dari kalangan salaf lainnya yang berkata: Ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.  

Dan tidaklah cukup dalam kelayakan menjadi tenaga pengajar (ustadz) hanya karena dia banyak ilmunya, bahkan seyogyanya bersamaan dengan banyaknya ilmu dalam hal tersebut dia juga mesti memiliki pengetahuan secara global tentang cabang-cabang ilmu syariat lainnya, karena semuanya saling ada keterikatan. Dan dia juga mesti punya pengalaman, agama (yang baik), akhlak yang baik, daya intelektual yang baik dan wawasan yang luas. Para ulama juga berkata: Janganlah mengambil ilmu dari orang yang memperolehnya hanya dari buku-buku tanpa membacanya langsung kepada para guru atau seorang guru yang ahli. Barang barang siapa hanya mengambil ilmu dari buku, maka dia akan terjatuh ke dalam tashif (salah faham) dan banyak muncul darinya kesalahan serta tahrif (penyelewengan).”

📚 (Majmu' Syarah Muhadzdzab : 1/36)

༺═════•★🔰🔰★•═════༻

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GHIBAH & HASAD

✅ بســـــــم الله الرحمن الرحيـــــــم ╭─────── ☆★☆ ───────╮ ╰➤ 𝐊𝐀𝐓𝐀-𝐊𝐀𝐓𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐈  Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berk...